<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7316">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN POSITIF REINFORCEMENT DENGAN TEKNIK TOKEN ECONOMY UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF PADA ANAK DI RA AN NAJAT RANGKASBITUNG</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Rohayati</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I</publisher>
   <dateIssued>2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Tesis Profesi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Perilaku agresif dapat terjadi ketika tujuan yang diinginkan belum tercapai. Perilaku agresif juga bisa terjadi pada anak-anak  sebagai  suatu respon terhadap kekecewaan, sakit fisik, penghinaan, ancaman dan ejekan. Robert Baron (2002:140) mendefinisikan agresi sebagai tingkah laku yang ditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menghendaki atau menginginkan datangnya tingkah laku tersebut. &#13;
Agresi bukanlah suatu bentuk perilaku yang tidak dapat dihindari atau tidak dapat diubah. Sebaliknya karena agresi  berasal dari interaksi kompleks berbagai peristiwa, kognisi, dan karakteristik pribadi, hal itu dapat dicegah atau dikurangi (Krahe, 2005). Namun, jika perilaku agresif ini dibiarkan maka  dikhawatirkan akan menetap dalam diri anak sebagai suatu pola habituasi.&#13;
Penelitian dilakukan terhadap A, seorang anak usia TK di Rangkasbitung, Lebak. A sering melakukan tindakan yang agresif seperti memukul teman, mencubit, menjewer telinga, mendorong, merebut benda, berteriak, dan berkata kasar terhadap teman maupun gurunya. Peneliti memberikan intervensi dengan menggunakan modifikasi perilaku berupa positif reinforcement dengan teknik token economy dengan tujuan untuk mengurangi perilaku agresif A. Token merupakan suatu tanda berupa poin atau keping yang dapat dikumpulkan dan ditukar dengan benda yang diinginkan seperti minuman, makanan, benda kesukaan atau aktifitas yang disukai sehingga individu akan lebih termotivasi untuk melakukan apa yang diharapkan oleh peneliti.&#13;
&#13;
&#13;
Keyword: modifikasi perilaku, positif reinforcement, token economy&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS PROFESI</topic>
 </subject>
 <classification>TESIS PROFESI 15</classification>
 <identifier type="isbn">1067290060</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I Jalan Diponegoro Nomor 74, Jakarta Pusat</physicalLocation>
  <shelfLocator>T PDK 40 PROFESI 2015</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">T PDK 40 PROFESI 201</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7316</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-06-02 14:26:20</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-02 15:02:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>