<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="7537">
 <titleInfo>
  <title>PENERAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA PENDERITA OBSESSIVE COMPULSIVE DISORDER DI RUMAH SAKIT KHUSUS DAERAH DUREN SAWIT</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Riskiyana Adi Putra</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Fakultas Psikologi Universitas Persada Indonesia Y.A.I</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Tesis Profesi</form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>ABSTRAK&#13;
&#13;
Obsessive Compulsive Disorder dikategorikan dalam gangguan neurotik menurut DSM IV-TR, dimana hal &#13;
itu merupakan suatu gangguan cemas yang ditandai dengan adanya suatu ide yang mendesak dan adanya &#13;
dorongan yang tak dapat ditahan untuk melakukan sesuatu dan dilakukan dengan berulang kali. Terdiri dari &#13;
dua unsur yaitu obsesi yang diartikan sebagai suatu ide yang mendesak ke dalam pikiran serta kompulsi &#13;
yang diartikan sebagai dorongan yang tak dapat ditahan untuk melakukan sesuatu. Dengan menggunakan &#13;
pendekatan Cognitive Behavior Therapy dengan teknik Rational Emotive dan Exposure and Ritual Prevention, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku penderita dan mendapatkan hasil dalam &#13;
penanganan dengan menggunakan pendekatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode ABA Design,&#13;
desain satu kasus dari pendekatan perilaku dan operant yang memiliki kemiripan dengan metode penelitian &#13;
eksperimental dengan subjek berjumlah satu. Pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, penggunaan alat tes psikologi, dan pre-test dan post-test menggunaakan skala. Hasil penelitian menunjukan Yale Brown Obsessive Compulsive Scale pre-test 28 (Servere/ Parah) dan post-test 9 (Mild/ &#13;
Ringan). Dengan kata lain, bahwa Cognitive Behavior Therapy dengan teknik Rational Emotive dan Exposure and Ritual Prevention mampu menurunkan seara signifikan gejala-gejala Obsessive Compulsive Disorder. &#13;
Kata kunci : Obsessive Compulsive Disorder, Cognitive Behavior Therapy, Rational Emotive, Exposure &#13;
and Ritual Prevention</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>TESIS PROFESI</topic>
 </subject>
 <classification>TESIS PROFESI 16</classification>
 <identifier type="isbn">1367290085</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA Y.A.I Jalan Diponegoro Nomor 74, Jakarta Pusat</physicalLocation>
  <shelfLocator>T KLS 116 PROFESI 2016</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">T KLS 116 PROFESI 20</numerationAndChronology>
    <sublocation></sublocation>
    <shelfLocator></shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>7537</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-06-02 14:36:46</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-09-07 14:51:19</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>